Sugeng Rawuh

Situse Inyong -> http://y4nd.wordpress.com

Miyabi… The Untold Story


Pasti dah pada tau kan siapa Pornstar atau bintang porno yang lagi “Naik daun” di Asia belakangan ini (apalagi kaum Adam pecinta film blue..hehehe). kali ini gw cuma mw ngeriview gimana sih sebenarnya kehidupan sebagai bintang porno itu! gimana suka dukanya! and gimana keadaan mental seorang yang mencari nafkah dengan melanggar norma keasusilaan dan gimana efek sosialnya?

Maria Ozawa Miyabi adalah fenomena baru dalam dunia industri film porno di Asia setelah berakhirnya era Asia Carera pada tahun 90-an karena AIDS. Gadis muda berusia 21 tahun ini dengan sekejap menjadi kaya meskipun masih tinggal di apartemen yang disewanya sebesar 16 juta rupiah per bulan.

Dengan sewa semahal itu lantas berapa gaji yang dia dapatkan sebulan? Jangan heran jika Miyabi dengan profesi yang digelutinya saat ini bisa mendulang 8000 USD dolar per bulannya (sekitar 75 juta rupiah). Tinggal di apartemen mewah yang lebih mirip dengan mansion lengkap dengan segala perabotan serba wah, ia lebih senang hidup menyendiri setelah diusir dari rumah dan dijauhi teman-temannya.

Awalnya kehidupan Miyabi dengan kedua orangtuanya baik-baik saja, sampai pada suatu ketika orangtuanya melihat Miyabi tampil bugil di sebuah majalah porno Jepang. Seketika itu meledak lah murka orangtuanya demi melihat Miyabi kecil yang masih remaja polos melakukan hal yang tidak pantas dilakukan anak seusianya.

Meskipun demikian Miyabi tetap menjalankan profesinya, dari sekedar foto-foto telanjang berlanjut ke film. Miyabi kembali cari gara-gara ketika membawa 20 film porno yang ia bintangi ke rumah dan ia tunjukkan ke orangtuanya. Sejak itu kedua orangtuanya tidak mau melihat dan mengakuinya lagi sebagai anak.

Bahkan teman-teman dekatnya yang dulu akrab dengannya satu persatu mulai meninggalkannya. Mereka alergi di cap berteman dengan seorang bintang film porno…sungguh menyedihkan… Namun sebagai wanita muda yang punya ambisi besar, situasi ini tidak membuatnya patah arang untuk melanjutkan profesinya…demi uang ia tetap bertahan dan konsisten !!!

Hidup soliter membuat dirinya pintar memasak. Bagaimana tidak orang seperti dia selalu menghindari membeli makanan di tempat-tempat umum jika tidak ingin diserbu penggemarnya atau dimaki orang-orang yang nyinyir terhadap profesinya… Selain gemar memasak, Miyabi juga paling doyan nonton film-film porno yang ia bintangi sendiri. Semua koleksi video yang ada di kabinet TV-nya adalah film porno. Sebagai bintang film porno papan atas ia juga perlu belajar berbagai posisi penting dari bintang-bintang film porno lainnya.

Meskipun banyak tawaran mengalir untuk hijrah keluar Jepang (Amerika dan Eropa) dan bermain dengan pria-pria bule, Miyabi tetap tidak mau dan tetap memilih tinggal di Jepang dan memilih pasangan main dari pria-pria lokal. Alasannya cukup masuk akal juga. Menurutnya “perabot” pria Jepang lebih kecil dan tahan lama dalam melakukan adegan syur dibandingkan pria bule yang menurutnya memiliki “perabot” lebih besar dan menyakitkan.

Seringkali dalam melakukan adegan di beberapa filmnya, Miyabi tampak menangis dan itu memang benar-benar tampak alamiah. Sebabnya ia sedang tidak menikmati dan benar-benar sakit. Miyabi juga mengancam akan cabut dari AV (PH Film Porno) jika ia dipaksa melakukan adegan atau posisi yang tidak ia sukai. Bahkan dulu pacar-pacarnya (4 orang — sebelum semuanya diputusin) ketika sedang bersamanya dan ingin menonton film yang ia bintangi, Miyabi selalu tidak pernah mengijinkannya.

Namun setenar apapun dan sebanyak apapun uang yang ia hasilkan dari pekerjaannya saat ini, sosok Miyabi adalah juga manusia normal yang juga merindukan orang tua, sahabat, teman-teman dan keinginannya untuk menikah seperti wanita kebanyakan. Jika saat ini ia melakukan seks untuk bisnis suatu hari nanti ia merindukan ada laki-laki yang ingin menikahinya. Andakah lelaki yang beruntung itu ?

Sumber: http://variasi-dunia.blogspot.com

Februari 23, 2009 Ditulis oleh y4nd | Hot | | Belum Ada Tanggapan

Boleh Aku Ikut?

“Kenapa Ibu keluar lagi? Boleh aku ikut? Aku tak ingin Ibu pergi lagi. Aku ingin Ibu tinggal di rumah bersamaku.”Kata-kata kasih sayang dari anakku yang berumur sepuluh tahun.

Anak-anakku yang lebih tua dulu juga biasa mengatakan hal-hal yang sama. Biasa menangis ketika mereka masih bayi, ketika aku meninggalkan mereka untuk suatu acara sore. Biasa merengek-rengek, ketika mereka lebih tua, minta dibolehkan menguntit di belakang.

“Kami tidak akan nakal, deh. Kami tidak akan berisik. Janji.”

Kadang-kadang tuntutan mereka membuatku jengkel. Kenapa mereka tidak mau tinggal dirumah bersama orang lain sebentar saja? Hal-hal yang harus kulakukan bukanlah hal-hal yang mengasyikkan. Jika sendirian aku akan menyelesaikannya lebih cepat dan pulang ke rumah lebih awal, untuk kemudian bermain-main lagi dengan mereka.

Aku berusaha menjelaskan kepada mereka, dengan alasan-alasan.

“Tapi kami ingin bersama Ibu,” tandas mereka.

Akhirnya mereka ikut. Ke mana saja. Ke toko kelontong, ke bank, perpustakaan, bahkan ke bioskop. Ke mana saja aku pergi, di situ pula mereka berada, persis di sampingku.

Yang paling sering aku sendiri tidak berkeberatan, tetapi pada hari-hari tertentu aku ingin sekali sendirian. Ketika mengendarai mobil, aku ingin memutar radio dan kebetulan diperdengarkan sebuah lagu yang paling kusukai dan aku ingin mengeraskan suaranya, tetapi sebuah suara kecil lalu menyela.

“Apa artinya ‘Pelan-pelan Banyak Anak-anak Menyebrang’, Bu?”,

“Kota mana ini, Bu?”,

“Bu, aku sudah cerita kejadian kemarin itu atau belum ya?”

Dan lagu itu pasti sudah jauh berlalu ketika ceritanya dikisahkan kembali.

Di restoran, aku mungkin sedang mendengarkan seorang teman dengan harapan anak lelaki dan perempuanku akan ngobrol sendiri dan itu memang mereka lakukan. Mereka selalu berusaha bersikap sopan. Tetapi selalu saja ada pertanyaan-pertanyaan penting, interupsi-interupsi yang sah-sah saja.

“Bu, apa di sini mereka memasukkan seledri dalam salad telur?”,

“Boleh aku minta es krim vanilla?”,

“Bu antarkan aku ke kamar kecil, dong..”,

Dan aku selalu berharap bisa menyelesaikan sesuatu kalimat, memiliki pikiran yang utuh, menyantap satu hidangan tanpa diselingi.

Perhatiankulah yang mereka inginkan. Opini dan kehadirankulah yang mereka kehendaki. Aku adalah penonton yang harus menonton permainan mereka hari demi hari. Aku menjadi terbiasa dengan cerita-cerita mereka, selingan-selingan mereka. Percakapan-percakapan mereka yang segar memperkaya diriku.

“Mengapa orang itu disebut ‘pelayan’ Bu, padahal kita kan ngambil sendiri?”,

“Kok papan itu berbunyi ‘kamar ganti,’ padahal semua orang yang masuk ke sana cuma mencoba baju saja?”

Ketika mereka semakin besar, pertanyaan-pertanyaan mereka menjadi kurang begitu menghibur. Tahun-tahun remaja belasan awal diiringi dengan rentetan aneka permintaan dan keluhan.

“Kenapa semua anak lain boleh pergi ke acara malam di sekolah sedangkan aku tidak?!”,

“Tidakkah ada anak lain yang harus sudah di rumah pada jam sebelas?! Apa Ibu tidak percaya padaku?!”

Kemudian, yang paling sering, aku berharap mereka bisa tenang, menemukan sesuatu kegiatan lain, mendapatkan orang lain yang akan mendengarkan mereka. Mengapa hal-hal sepele saja harus berubah menjadi konfrontasi? Apa mereka tidak bisa tidak merepotkan aku?!

Itulah yang kelewat sering mereka lakukan.

“Bagaimana pekerjaanmu tadi?”, tanyaku pada anak lelakiku yang berumur tujuh belas tahun ketika ia pulang dari tempat kerja. “Tadi kau pergi kemana? Apa yang kau lakukan?”

“Kami memasang pintu di sana. Bukan masalah, Bu. Cuma pekerjaan saja, kok.”

‘Cuma pekerjaan saja, kok.’?? Itu tidak adil! Aku menghendaki detail! Aku menginginkan kejelasan!! Aku ingin tahu apa yang ia lakukan selama dua belas jam sehari itu! Aku ingin mendengarkan tentang teman-temannya, mendengarkan cerita-ceritanya!!!

“Bagaimana pikniknya, Bu? Ibu lihat apa saja? Asyik nggak?” Begitu yang biasa ia tanyakan hanya beberapa tahun yang lalu. “Kalau malam Ibu ngapain? Ibu pergi ke luar? Ibu rindu kami nggak?” Pertanyaan-pertanyaan tanpa henti itu selalu dijawab, selalu dijelaskan.

“Kau akan pergi lagi malam ini?” tahu-tahu aku bertanya.

“Apa kau tidak bisa sesekali tinggal di rumah? Tiga minggu lagi kau masuk kuliah lho, dan sekarang Ibu sudah rindu padamu.”

Mengapa dulu orang tidak memberitahuku bahwa hal-hal seperti ini akan terjadi? Segala sesuatu menjadi terbalik. Sekarang aku yang merengek-rengek, mengatakan “Aku kangen padamu, lho..” “Kapan kau pulang?” Menandai kalender kapan ia liburan.

Setiap pagi ketika aku mengantar anak perempuanku ke sekolah dengan mobil, jika sebuah lagu yang ia sukai terdengar di radio, ia pasti mengeraskan suaranya, dan aku lebih baik tidak bicara. Ia terhanyut dalam musik itu. Ia tidak ingin mendengar apa yang perlu kukatakan. Dan aku paham.

Tetapi di bawah pemahaman itu, ada perasaan seperti ini, kesadaran yang semakin membesar ini: Beginilah perasaannya, begitulah perasaan anak lelakiku bertahun-tahun yang lalu. Takut bahwa sesuatu —entah itu sebuah lagu, suatu drama, suatu kegiatan, seseorang— akan lewat dan merampasku dari tangan mereka. Ia pasti tidak lebih menyukai lagu itu daripada aku sendiri, begitulah pikiran anak-anak. Ia pasti tidak akan bisa berasyik-asyik tanpa diriku. Jadi si anak lalu mengeluh dan memaksa. Nah, sekarang coba lihat aku, lihatlah aku!

“Lihatlah aku sekarang,” si orang dewasa itu ingin mengatakan. Tetapi tentu saja itu tidak kukatakan. Aku hanya lebih paham ketika anakku yang baru sepuluh tahun bersungut-sungut setiap kali aku berada di suatu tempat tanpa bersamanya.

Akhirnya, setelah tahun-tahun berlalu, aku mulai mengerti mengapa anak-anak menangis ketika mereka ditinggal pergi…

Desember 5, 2008 Ditulis oleh y4nd | Artikel/Cerita2 | | Belum Ada Tanggapan

cermin dari negara indonesia tercinta. Sebagai Gambaran….

Ini adalah foto-foto khas dari sebuah entitas bernama ‘ Indonesia ‘ dengan segala keunikannya yang tidak ada bandingannya dengan negara lain di dunia!! Ini adalah wajah khas Indonesia yang banyak orang tidak menduga dan membayangkannya. Sebuah suguhan kultural yang menarik dan nikmat dipandang. Selamat menikmati!!



Berjualan dimana saja selagi ada tempat. Bahaya? Nomor tujuh!! Gak ada aturan kok. Selama pemerintah membiarkan dan tidak menyediakan sarananya berarti boleh, ya gak? gitu aja repot.



Naik public transport gimana aja caranya, selama polisi hanya menonton, tidak menegur dan tidak menilangnya. Yang penting sampe. Celaka? Emangnya gue pikirin …



Orang Sunda meyakininya sebagai “makanan surga yang turun dari kayangan.” Makan bersama sang primadona ini, dijamin, nambah nasi 3 kali adalah minimal!!



Kitab suci tapi bugil. Sebenarnya, Al-Qur’an di Indonesia sudah sejak lama tampil “seksi” dan bugil. Ciri khas pesantren tradisional Indonesia . Tapi jangan salah, jejak ini adalah kenangan manis santri-santri yang kini sukses jadi orang. Jejak ini juga telah melahirkan banyak ulama besar Indonesia .



Menjemur yang berdaya cipta. Hanya orang Indonesia yang kreatifnya sampe begini ini. Kepikiriin…. aja. Sayang buahnya masih mentah. Coba sudah mateng apalagi masak. Agak kuning langsat gitu, pasti buah ini merangsang.



Naah … ini dia khas Indonesia yang lain. Tulisan-tulisan di truk sangat nikmat dicerna sebagai obat stress. Lihat saja contohnya di atas: “”Jail ih” (seorang anak menyingkapkan rok tante2 seksi). “Tak ada waktu untuk mama!”, “Pemburu Janda!” “Begini nasibku.” Yang lucu yang lain yang pernah saya baca misalnya: “Pulang malu tak pulang rindu,” “Antar istri, jemput pacar,” “Istighfar euy!” (nyindir pasangan yang sedang dilanda syahwat dalam mobil yang ada dibelakang truknya),” “Dirarang meroko sebelum ngopi!” Hahaha …. Dunia truk sngat menarik dan supir2 truk itu ternyata kreatif-kreatif juga. Kalimat-kalimat dan lukisan dalam truk adalah gambaran kehidupan para supir truk yang khas dalam dunianya ….



Pesta rakyat Agustusan. Walaupun banyak yang mengkritik, peringatan kemerdekaan bangsa kok acaranya hanya gini-gini aja, kurang bermakna. Biarin aja! Jaman kolonial kita gak bisa beginian. Gawat, bisa di dor sama kumpeni!! Mau?? Jangan sentimenlah, yang penting rakyat senang. Kapan pemerintah dan pejabat kita akan menyenangkan rakyat?? Kapan? Ayo jawab?? Gak bisa jawab kan ?? Ya iyya laah….. wong mereka cuma mikirin perutnya sendiri.



Inilah satu-satunya cara kami menghentikan orang yang keasyikan berkuasa, lupa untuk giliran. Susah sih, sudah duduk lupa berdiri. Emang di negeri Indonesia yang besar ini hanya satu orang saja yang bisa jadi presiden? Enak aja. Gantian doong …!!! Syukurlah, sekarang maksimal hanya boleh dua periode.



Ini yang gak ada di negara maju yang masyarakatnya sering stress berat bahkan sampai bunuh diri. Ngapain bunuh diri, ya gak? Sudah hidup ini cape, bunuh diri lagi. Bodoh amat! Mendingan begini: gapleh dan begadang semalaman. Yang penting senang! Etos kerja? Tahi kucing! Kayak gak tahu aja. Di Indonesia, kerja keras banting tulang juga tetap aja gak ngaruuh …!! Tetap aja miskin. Kemakmuran ekonomi bukan hak kita, tapi hak segelintir orang yang dilindungi negara dan hak para koruptor. Kalau orang kayak hidupnya senang karena kebanyakan duit, kenapa kami rakyat kecil gak boleh??



Asyiiik… !! Begini kami orang kecil kalau mandi, menyatu dengan alam. “We are strong and healthy! Eh, lu bocah anak orang kaya? Orang gedean? Jangan ngikutin gue … bisa sakit lu! Ntar mami marah!” Pasti banyak orang gedean yang kini jadi pemimpin dan pejabat tinggi, waktu kecilnya di kampung kayak gini … Dan makan duid rakyat.. :P



Nikmaaat …… makan nasi liwet dan makan berjamaah di atas daun. Lambang demokrasi, egalitarianisme, keadilan, transparansi, persamaan hak, kebersamaan, kesetaraan dan lain-lain. Begitu banyak nilai-nilai universal yang terkandung dalam “the great culture of ngaliwet” ini. An unimaginable joy!! Sayang, banyak orang memandang sebelah mata. Juragan Acun (Pejabat Pemda Tasikmalaya) duduk ditengah-tengah sambil mencomot cucuk jeung hulu. Ia calon Bupati Tasik tahun 2020.



Yang khas juga dari Indonesia adalah legenda. Kepercayaan pada legenda itu kuat dan dimana-mana sebagai peninggalan Hindu. Orang sudah pergi ke bulan, matahari dan planet plotu, kita masih ngurus legenda. Diperlihara lagi, seperti kamar khusus Ratu Nyi Roro Kidul di Samudra Beach Hotel No 13 ini, di Palabuhan Ratu Sukabumi. Dalam foto, suaminya, pemilik blog ini, nampak sedang salaman dengan Nyi Roro Kidul yang sedang berbaring tidak kelihatan.



Inilah tamu setia yang khas datang ke Indonesia setiap musim hujan. Musim kering, air surut, musim hujan pasti…pasti… dan pasti banjir. Gituuuu…. aja terus sepanjang tahun!! Akibat pembangunan yang tidak terencana dan tidak dikendalikan, begitulah hasilnya. Di negara lain, ada juga dong banjir, tapi umumnya tidak terduga, misalnya karena badai topan dsb. Tapi indahnya Indonesia , banjir itu rutin alias selalu always, tidak oleh badai, tapi oleh kekhasan Indonesia saja. Kalau musim hujan datang, haqqul yakin, pasti banyak banjir dimana-mana. Jangan tanya pemerintah lah, kesalahkaprahan pembangunan pemukiman sudah sangat parah, Coba gimana kita tidak bangga? Hidup Indonesia !!





Ini yang indahnya tiada duanya di muka bumi, yang paling ditunggu-tunggu keluarga Indonesia . Setelah lebaran lalu mudik, aakh asyiknya kumpul bersama keluarga… Mudik tidak ada di negara lain. Apapun dikorbankan demi mudik, walaupun mudiknya tinggal nama alias tewas di perjalanan. Biarin, yang penting mudik!! Konon, banyak lho yang mudik, padahal waktu bulan puasanya jarang puasa. Jadi, apa artinya ya??








Ini yang membuat jutaan masyarakat Indonesia stress. Hiiyyy…… maceet, menyebalkan dan sangat menyiksa. Menurut para psikolog, banyak masyarakat kota Indonesia “sakit jiwa” tanpa disadarinya karena seringnya disergap oleh kemacetan yang parah ini. Macet ada di negara lain, tapi di Indonesia sangat parah dengan kesadaran masyarakat yang rendah di jalan raya, tidak teratur, ingin menang sendiri, saling mepet, saling potong, berhenti seenaknya, belok seenaknya. Pokoknya biadab lah. Makanya, hidup tuh sebanarnya enak dikampung: damai, segar, udara bersih, asal sabar jangan ingin kaya. Tapi yaa, ingin kayak yang belum tentu membuat hidup bahagia inilah yang didambakan oleh kebanyakan masyarakat kita. Masyarakat kita lebih mementingkan gengsi sih. Punya mobil kan gengsi dan disebut “sukses” oleh masyarakat, biarin maksa-maksain juga, tiap hari macet parah juga, stress juga, yang penting kata orang hebat, sukses dan kaya. Syusyah





Ini juga khas Indonesia , setidaknya saya tidak pernah menemukan atau nonton di TV luar negeri, anak-anak dibawah umur mengemis di setiap stopan jalan. Keluarga miskin yang tidak diurus oleh negara sebagaimana diamanatkan UUD 1945, memanfaatkan anak-anaknya mengemis. Dinas sosial tidak kelihatan geraknya. Anjal stopan nampaknya adalah khas Indonesia . Kesulitan bertahan hidup membuat mereka kemana saja bergerak untuk bisa makan dan banyak dari mereka yang menjadikannya profesi.



Makan sama sambal terasi dan ikan asin, eemmhh… nikmatnya, benar-benar khas Indonesia . Apalagi nasinya panas, nyoleknya pake lalaban segar atau petai, apalagi kalau ketika makan sambil mengingat duit di rekening ratusan juta, mobil lima , dayang-dayang tiga, helikopter dua, tanah sekabupaten, waah… dijamin asyik gak ketulungan. Sambal juga ada di negara lain, tapi sambal terasi dengan diulek-ulek dan digoyang-goyang plus ikan asin hanya ada di Indonesia . Dua sejoli ini terkenal sebagai teman makan dan penggugah selera paling mantap di dunia …





Angkot benar-benar makhluk khas Indonesia . Ciri-cirinya adalah: (1) Berhenti dan belok semau gue, alias dimana aja, termasuk di bawah plang “Dilarang Parkir,” (2) orang merokok didalamnya yang sempit itu, (4) dan yang terbaru, pengamen. Karena lahan ngamen sudah semakin sempit, angkot pun akhirnya dipake ngamen juga. Kebanyakan asal genjreng, lagu kemana musik kemana, dan seperti foto diatas nyanyinya keluar lagi, jadi bukan untuk diperdengarkan kepada hadirin penumpang mercedes rakyat itu.





Ini khas pemukiman elit Indonesia yang disebut kawasan “The Kuw Muh Elite Village.” Tidak elit gimana, adanya di posat kota metropolitan Jakarta . Disamping komplek elit ini adalah gedung-gedung menjulang tinggi, kapitalisme mengangkang penuh keangkuhan, hutan beton yang keras dan individualisme yang takabur. Sekelompok manusia yang nekat hidup di tengah keangkuhan itu akhirnya harus hidup dimana saja yang penting bisa tidur… Jakarta dan kota-kota besar Indonesia lainnya menghadapi problem rumit soal urbanisasi yang tidak diatur ini …





Ini yang khas dari kuda Indonesia yang sekarang gak mau makan rumput lagi karena sudah berganti dengan bensin/premium. Spesies ini, dari Medan hingga Jayapura, memiliki ciri-ciri yang sama: bergimung seperti lalat, melabrak lampu merah, majunya nyerempet-nyerempet , kalau lagi macet trotoar jadi alternatif, di stopan menuhin zebra cross hak para pejalan kaki dan melaju melawan arah. Karena produksinya tidak diatur, jalur khusus tidak dibuatkan, penegakkan hukum hanya soal tilang lalu polisi dapet duit, pengaturan sepeda motor akhirnya menjadi sangat susah dan rumit untuk rapih dan tertib. Hidup di Indonesia benar-benar merdeka. Hidup Indonesia ….





Hanya di Indonesia, ada sepeda motor, becak atau orang jualan yang barangnya “menjulang tinggi ke angkasa” hingga menutupi pengendaranya. Atau, bawaannya tidak seimbang dengan pengendara dan Polisi tidak menegurnya atau menilangnya. Tidak ada keketatan di jalan raya di Indonesia demi keselamatan penumpang. Pedagang juga sama. Seperti foto diatas, barang-barang setoko dimasukin semuanya ke roda dagangannya. Ada gak ya di Amerika atau Jepang pemandangan unik begini??



Di Indonesia, budaya antri adalah sangat mahal, karena mahal dan jarang ditemukan ketertiban berantri, jadinya ya khas Indonesia . Antri baru hanya ada di lembaga-lembaga modern seperti bank, kantor-kantor pemerintah dan swasta, kampus dll. Tapi berapa persen itu? Itu hanya pemandangan kecil di wilayah perkotaan, sedangkan kota-kota hanyalah titik-titik di negara besar Indonesia . Umumnya, di masyarakat terutama di pedesaan dan wilayah rurban (desa-kota) masih susah dengan budaya antri. Dan ada yang menarik, kalau pun masyarakat kita antri, biasanya badannya berdekatan, sampai kena dan bersentuhan. Ini sesuatu yang tidak ada di negara maju. Apalagi bila sudah ngantri kebutuhan pokok. Kesadaran rendah, penduduk yg terlalu banyak dan lahan yang sempit semua menyatu menjadi adonan sering susah untuk di atasi. Kalau Anda, tidak merasakan ini khas Indonesia , coba sekali2, jangan diam di kantor mewah dan modern saja, di tempat-tempat yang nyaman saja, sekali2 ke daerah, ke terminal, ke tempat2 berjubel menyatu dengan masyrakat kecil agar merasakan aslinya indonesia .





Ini yang menjadi kebanggaan Indonesia berpuluh-puluh tahun, sejak Orde Baru hingga kini Orde Reformasi. Korupsi belum berubah dan masih susah diberantas. Coba, kabupaten, propinsi dan lembaga mana yang benar-benar bersih korupsi di Indonesia ? Tidak ada, yang ada adalah belum terungkap. Berkali-kali Indonesia menempati ranking pertama alias the best diantara negara paling korup di dunia. Kalau tidak ke-1, ya ke-2 atau ke-3. Budaya korup di kita merata dari supir angkot, pedagang kecil hingga presiden. Benar-benar parah dan menyedihkan. Tapi itulah Indonesia yang kita cintai. Sebal dan membenci adalah salah. Yang benar adalah mulai dari diri sendiri untuk tidak melakukan korupsi dari yang kecil-kecil seperti menipu, berbohong, curang, rakus dsb. Inilah akar-akar perilaku korupsi. Dan marilah kita dukung KPK sekuat-kuatnya.





Inilah budaya khas Indonesia yang paling menyebalkan: BUDAYA LATAH!!!!! Ada American Idol, ikuuutt… Indonesian dodol. Mbok ya bikin kek yang idenya asli Indonesia . Katanya banyak yg pinter. Acara latah begini banyak sekali di TV kita, yang tidak berangkat dari budaya dan tradisi kita. Para pengelola media elektronik yaitu televisi, adalah yang paling parah dalam soal mengembangkan budaya dan mental latah ini. Miskin pendirian, miskin ide, miskin mikir sendiri, miskin kreatifitas. Penyakit parah ini menganggap ‘keren’ dan ‘modern’ apa saja yang datang dari Barat. Ini mental rendah diri yang parah, mental inlander. Padahal, banyak sekali acara yang tidak cocok untuk masyarakat kita yang kaya raya dengan ragam budaya ini. Mereka yang pinter-pinter dan sukses di kota-kota itu seolah bodoh bahwa kita memiliki lebih dari 300 etnis, ratusan bentuk budaya dan tradisi, puluhan bahasa daerah dan dialeknya. Mana acara-acara TV yang mengangkat kekayaan tradisi bangsa itu? Mana acara-acara yang mendorong cinta tanah air? Nihil. Generasi muda kita terus dicekoki oleh yg hingar bingar, yang hiruk pikuk, yang sekuler, yang datang dari luar. Akhirnya, artisme dan selebritisme menjadi pujaan, menjadi ideologi dan orientasi hidup anak-anak remaja. Kalau tidak kenal artis, kalau tidak punya artis pujaan, kampungan. Cita-cita luhur banyak remaja sekarang adalah jadi artis sinetron. selebriti, model, jadi anak band. Dan aktifitas termulia banyak remaja sekarang adalah shooting, audisi, nyanyi, kejar tayang, Icih atau Ijah fansclub. Yang begituan aja! Idola para remaja bukan mereka yang berprestasi seperti juara olimpiade matematika/fisika atau juara olah raga, Dewi Persik yang semua kelakuannya tidak bermoral. Parah!!





Nehh Atraksi MotoCross Jakarta !





Pake CocaCola Bisa Nyalain motor!! hahahah locoe2…


Keren.. trotoar multifungsi. . bisa jadi tempat pejalan kaki… bisa jadi tempat jualan.. bisa jadi track motor…

Oktober 19, 2008 Ditulis oleh y4nd | Artikel/Cerita2, Humor | | Belum Ada Tanggapan

Rekor Waktu yang Perlukan untuk Meraih Uang

Dunia terperangah ketika Beckham dihadiahi kontrak senilai US$ 250 million untuk berlaga 5 tahun di Los Angeles Galaxy. Dengan asumsi bahwa Beckham terus berlaga nantinya, diperkirakan Beckham meraih 1 juta rupiah per menit untuk penampilannya di lapangan hijau. Walau sebenarnya revenue yang didapat oleh Beckham, ternyata “masih kurang mahal” dibandingkan para atlet di cabang golf, yakni Tiger Woods, ataupun para atlet basket seperti Shaquille O’Neill, Kobe Bryant dll.

1 juta rupiah per menit?
Weww, jumlah yang fantastis. Di USA dan Eropa, biasanya ke-fantastis- an itu dihitung dalam berapa waktu yang diperlukan untuk meraih US$ 1 juta? Berapa menit kah? Berapa jam kah?

FYI,
aktualitasnya, dalam hal fantastis pun bangsa kita tidak ketinggalan. Kenalkah anda dengan Mas Tukul Arwana, host Acara Empat Mata yang kini ratingnya tengah menjulang? Konon untuk penampilan dalam 1 jam itu, doi dibayar 20 juta rupiah. Karena iklan yang bertubi-tubi, kira-kira masa Mas kocak ini membawakan acara hanyalah 40 menit saja (asumsinya). 20 juta dalam 40 menit didapatnya, atau dengan kata lain, yang diraih doi adalah:

0.5 JUTA RUPIAH PER MENIT atau 1 JUTA RUPIAH PER 2 MENIT !!

Wewww,
fantastis bukan? Ternyata Mas yang satu ini cuma kalah setengahnya dari Beckham. Itu belum termasuk penghasilan off air beliau. Silahkan bandingkan dengan UMR buruh kita, yang rata-rata 750 ribu per bulan,
alias 750 ribu dalam 160 jam kerja atau 750 ribu dalam 40 x 160 = 6400 menit, atau 0.5 juta dalam 4300 menit. Bisa dibilang penghasilan Mas Tukul adalah 4300 x UMR para buruh. Hebat yahh, sekali ngoceh “Tak
sobek-sobek mulutmu”, udah dikasih 0.5 juta lho! Semoga apa yang didapatnya saat ini adalah karena memang dia deserve untuk meraihnya, dan bukan karena over paid.

Yang jelas, penghasilannya jauh di atas para pejabat eksekutif dan legislatif, dengan catatan para pejabat tersebut tidak korupsi.

Kesimpulan akhir, ternyata Indonesia punya “David Beckham” juga lho.
Kesimpulan tambahan, inilah gambaran ketimpangan penghasilan di Nusantara.

TANYA KENAPA?

Bagaimana dengan diri anda?
Berapa waktu yang anda perlukan untuk meraih 1 juta rupiah?
Apakah sanggup mengalahkan rekor Mas Tukul yang cuma memerlukan 2 menit saja?

Oktober 19, 2008 Ditulis oleh y4nd | Artikel/Cerita2 | | Belum Ada Tanggapan

Mengapa Kita Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Satupun Artinya?

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di sebuah perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Qur’an di meja makan di dapurnya.

Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’an seperti yang engkau lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’an?

Dengan tenang sang Kakek meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, “Aku tidak mau satu ember air; aku hanya mau satu keranjang air.

“Ayolah, usahamu kurang cukup,” sang kakek pun pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, “Lihat Kek, percuma!”

“Jadi kamu pikir percuma?”

Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, di dalam dan di luar dirimu.”

Oktober 19, 2008 Ditulis oleh y4nd | Artikel/Cerita2 | | 1 Komentar

Masalah adalah Hadiah

Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia.
Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin anda pernah mengalami pengalaman buruk yang tak menyenangkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sudut mata yang berkaitan uang saja.
Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda. Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria.
Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis dan muka.
Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meskipun melalui anak sungai, belokan, kawasan kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan.
Bahkan, ketika menunggu di muara, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rumput, sebagian tertampung dalam sumur-sumur atau telaga. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui?
Masalah Adalah Hadiah.
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila anda menganggap masalah sebagai halangan, anda mungkin akan menghadapinya.
Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat kejayaan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk kesuksesan anda.
Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur kesuksesan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, dekapan hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tempat yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Beberapa ketika kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang.
Bila anda tidak berani mengatasi masalah, anda tidak akan menjadi seseorang yang sejati.

Oktober 19, 2008 Ditulis oleh y4nd | Artikel/Cerita2 | | Belum Ada Tanggapan

Alumni Terbaik Ramadhan, Siapa Takut!

Shaum, atau dalam bahasa prokemnya dikenal dengan istilah “Puasa”, merupakan sarana pembinaan dari Alloh subhanahu wa ta’ala kepada kaum beriman. Tentunya dalam 30 hari ujian ke depan, harus dilakukan sesuai petunjuk-Nya. Kalau engga, seperti hadits Nabi shollallohu ‘alaihi wassalam,

“Berapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapat apapun kecuali lapar dan dahaga”

(HR. Bukhari & Muslim)

So, pada postingan kali ini saya mau sekedar membagi tips supaya kita semua jadi lulusan ‘Juara Umum’ Ramadhan, Insya Alloh…

Pertama, anggaplah Ramadhan kali ini kesempatan terakhir kamu. Kehilangan momen Ramadhan saat ini, berarti rugi besar. Karena ga ada yang tau panjang umur manusia. Kalo kata Al Imam Hadits Syu’bah bin Hajjaj Al Bashari: “Jangan kosongkan waktumu, karena maut mengintaimu.”

Kedua, cobalah mulai sekarang susun agenda selama bulan Ramadhan kali ini dengan jelas. Buat jadwal mulai bangun tidur, qiyamul lail, sahur, sholat berjamaah, dzikir di pagi dan sore hari, pergi sekolah/kuliah/kerja, sampai menjelang tidur kembali. Jangan lupa, tingkatkan bacaan dan hafalan surat-surat Al Qur’an. Wah… jauh lebih bagus kalo ditargetin bacanya minimal bisa khatam sekali tuh! Tujuannya agar kita mudah mengevaluasi kuantitas dan kualitas ibadah yg dilakukan. Amirul Mukminin Umar bin Khattab pernah bilang, “Hisab(hitung)lah (amalan) dirimu sebelum kamu dihisab pada hari kiamat.”

Ketiga, jauhi sikap menunda-nunda dalam urusan ibadah. Berusahalah sekuat tenaga untuk tetap menjalankan agenda Ramadhan yang telah di susun dengan tepat waktu. Karena sekali saja melenceng, bisa jadi semangat kita jadi mengendur.

Keempat, tanamkan sikap untuk tidak mudah tunduk pada perasaan lelah dari mengerjakan amaliyah Ramadhan. Intinya adalah mujahadah atau senantiasa berusaha mengerjakan suatu amalan dengan sungguh-sungguh. Awalnya memang sulit, tapi… ingat jargon: BISA KARENA BIASA!! Dan mungkin kamu bisa termotivasi kalo terus ingat amalan di bulan suci ini bakalan dibalas 700x lipat pahalanya! Wuuiihh… sayang kan kalo dilewatin?!

Kelima, lakukan muhasabah atau evaluasi harian sebelum tidur terhadap amal yang telah dilakukan. Munculkan tekad untuk berbuat lebih baik pada esok hari. Munculkan perasaan cemas dan harap, apakah shaum kita pada hari ini diterima Alloh subhanahu wa ta’ala?? Ada riwayat begini, Al Imam Hasan Al Bashri pernah lewat di depan segerombolan orang yang lagi asyik cengengesan (bahasa prokemnya ketawa tuh!  ), lantas beliau berkata: “Sesungguhnya Alloh subhanahu wa ta’ala menjadikan Ramadhan sebagai arena perlombaan melakukan ketaatan bagi makhluk-Nya. Kemudian ada orang yang berlomba hingga menang, ada pula orang-orang yang tertinggal dan kecewa. Tetapi, yang sangat mengherankan adalah pemain yang tertawa-tawa di saat yang lain berpacu meraih kemenangan.”

Keenam, hindari pekerjaan yang terlalu berat di siang hari. Hal ini sangat wajar, karena bagaimanapun di bulan suci ini, kita akan melakukan aktivitas ibadah yang padat di malam hari. Entah itu tarawih, tilawah, ataupun qiyamul lail. Terlalu lelah, bisa mengakibatkan tubuh lelah dan bisikan syaithon pun semakin gencar untuk membuat kita malas-malasan.

Ketujuh, sedapat mungkin kurangi aktivitas yang kurang berguna, kayak JJS di Mall, ngeceng, baca komik, nonton TV (apalagi kayak Telenovela en sinetron). Bukannya ga boleh sama sekali, cuma ya agak dikurangi aja… kan waktunya bisa dimanfaatkan untuk aktivitas yang jauh lebih berguna.

Kedelapan, sering-sering dateng ke komunitas yang mengajak kita untuk terus mengingat Alloh. Semisal silaturrahim ke anak-anak Rohis, dateng ke majelis taklim, ngikut kajian “Obrolan Menjelang Buka”, etc. Daripada ke Mall, coba deh maen ke forum dzikir, masjid/musholla. Disana kamu bisa nimba lebih banyak ilmu.

Kesembilan, hindari terlalu kenyang pas ifthor ato buka puasa. Karena bisa merusak nilai ibadah shaum kita. Imam Al Ghazali juga pernah bilang “Tidak ada wadah yang paling dibenci Alloh subhanahu wa ta’ala selain perut yang penuh dengan makanan. Berbukalah dengan beberapa biji kurma atau kue-kue kecil lainnya, lalu minum yang manis-manis dan setelah itu bergegaslah ke masjid untuk shalat maghrib berjamaah. Setelah pulang, makan malam sedikit saja agar tidak mengganggu ibadah tarawih.” Lha, trus kapan makan enaknya donk?! Tenang, kamu bisa menyantap apapun setelah selesai tarawih. Tapi ingat, perhatikan kondisi perut kamu. Kalau kepenuhan, bisa-bisa meledak lho!!!

Kesepuluh, nah ini hal terakhir yang kudu kamu kerjain, tapi kebanyakan orang justru menyepelekannya. Ibadah sunnah I’tikaf di masjid pada 10 malam terakhir merupakan detik-detik perpisahan kita dengan Ramadhan yang sangat mulia. Oleh karenanya, pada saat itu kita harus lebih memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Sebelum pada akhirnya, kita harus menunggu kembali setahun kemudian untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan. Itupun kalo Alloh masih mengijinkan kita… kalo ga? Hikz… bakalan nyesel deh!

So, gmn? Jadi Alumni Terbaik Ramadhan tahun ini??? Siapa Takut?!

Oktober 19, 2008 Ditulis oleh y4nd | Artikel/Cerita2 | | Belum Ada Tanggapan

Setetes Embun di Soerabaja

Beberapa tahun yang silam,seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang bepergian naik pesawat ke Jakarta Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.
” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si Pemuda.
” Oh… Saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore menengok anak saya yang ke dua” jawab ibu itu.
” Wouw….. hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya ?
” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang kedua itu seorang dokter di Malang , yang ketiga Kerja di Perkebunan Lampung, yang keempat menjadi arsitek di Jakarta, yang kelima menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke enam menjadi Dosen di Semarang.”
” Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke enam.
” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ?”
Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab,
“Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar nak”
Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu… kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani “?
Do you want to know the answer???…
Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….
Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”
Moral Point of View :
Everybody in this world is an important person.
Lets open our eyes. …our heart….our mind….our point of view
Cause we couldnt make a summary before reading “the book” thoroughly.
A wise saying : The more important thing is not WHO WE ARE
But WHAT WE HAVE CONTRIBUTED TO OUR COMMUNITY.

Oktober 19, 2008 Ditulis oleh y4nd | Artikel/Cerita2 | | Belum Ada Tanggapan

Perangkap Tikus!

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanjaKetika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan  dengan seksama sambil menggumamhmmmmakanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak
” Ada Perangkap Tikus di rumah….di rumah sekarang ada perangkap tikus….”
Ia mendatangi ayam dan berteriakada perangkat tikus
Sang Ayam berkataTuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkataAku turut ber simpatitapi tidak ada yang bisa aku lakukan
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata
AhhhPerangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang  terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut.(mati deh Ular)
Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya.
(kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. (mati deh Ayam)
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya (mati deh Kambing) untuk mengambil hatinyaMasih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.(mati deh Istri)
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. (mati dech Sapi)
Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihanBeberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
SO…KALAU SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR KELUH KESAH SESEORANG DALAM KESULITAN DAN  MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDAPIKIRKANLAH SEKALI LAGI!!!! SIAPA TAHU KITA AKAN KETIBAN MATA RANTAI KESULITAN ITU…SO BERBUATLAH KEBAIKAN SEBISA YANG ANDA LAKUKAN!

Oktober 19, 2008 Ditulis oleh y4nd | Artikel/Cerita2 | | Belum Ada Tanggapan

Selamat Ulang Tahun ke 47 Iwan Fals

Pada tanggal 3 September 1961 lahirlah seorang lelaki di bumi Indonesia yang diberi nama Virgiawan Listanto. Lelaki ini mungkin tidak pernah menduga dirinya bisa menjadi sangat populer. Dia mungkin tidak pernah membayangkan akan memiliki jutaan penggemar yang tersebar diseluruh pelosok nusantara. Dan siapa yang menduga kalau dia menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Indonesia.

Lelaki ini lebih dikenal dengan nama Iwan Fals. Seorang penyanyi yang berani menyuarakan kritikan pedas terhadap ketidakadilan dan kesenjangan hidup. Namanya akan selalu ada dihati orang-orang yang terwakili lewat nyanyiannya.
Selamat ulang tahun ke 47, bang !
Selamat kurang umur

Terima kasih untuk seluruh karya-karyamu yang mampu memberi inspirasi dalam hidup kami. Terima kasih untuk senandungmu yang selalu memberi kami semangat untuk sekedar bertahan hidup dinegeri yang semakin sulit ini. Semoga kamu tetap begitu adanya.

September 3, 2008 Ditulis oleh y4nd | Iwan's | | Belum Ada Tanggapan